wanita iran kena Hukuman rajam

saqineh-saqina mohammadi ashtiani
Vonis rajam atas seorang
perempuan Iran karena dituduh berzina belum
akan dilaksanakan untuk sementara ini. Namun,
ini bukan berarti terpidana itu lolos dari hukuman
dilempar batu hingga mati.
Demikian ungkap seorang pejabat pengadilan
Iran, Malek Ajdar Sharifi, atas nasib terpidana
bernama Sakineh Mohammadi Ashtiani. Vonis
kontroversial itu terus mengundang kecaman dan
protes dari negara-negara Barat, Minggu, 12 Juli
2010.
Kepada kantor berita Iran, seperti dikutip dari
Associated Press, Sharifi mengatakan bahwa
kasus yang membelit Sakineh sangat rumit. Ibu
dua anak itu dinyatakan bersalah menjalin
hubungan intim dengan pria yang bukan
suaminya. Namun, bukan itu saja pelanggaran
hukum yang dilakukan Ashtiani.
Menurut Sharifi, terpidana telah melakukan
kejahatan yang berat dan beragam, tidak terbatas
pada perzinaan. Namun, vonis rajam tersebut
belum akan dilaksanakan untuk beberapa waktu
ini.
Sharifi menambahkan, hukuman rajam atas
Ashtiani tetap akan dilakukan bila pengadilan
menginginkan demikian meskipun ada
“propaganda” oleh Barat. Berbagai kalangan di
Amerika Serikat, Inggris, dan kelompok hak asasi
manusia (HAM) mendesak pemerintah Iran untuk
tidak melaksanakan hukuman tersebut.
Ashtiani saat ini masih ditahan di penjara provinsi
Azerbaijan Timur. Human Rights Watch, salah
satu dari beberapa organisasi yang
mempublikasikan kasus Ashtiani, mengatakan
bahwa perempuan 43 tahun tersebut pertama kali
dikenai dakwaan pada Mei 2006.
Saat itu, Ashtiani dituduh menjalin hubungan
terlarang dengan dua pria menyusul kematian
suaminya. Atas tindakan tersebut, pengadilan di
Tabriz di barat laut Iran menjatuhkan vonis 99 kali
cambukan.
Namun di tahun yang sama, Ashtiani juga
dituduh melakukan zina, meski hal itu ditarik
kembali oleh Ashtiani karena menurutnya
pengakuan tersebut dilontarkan di bawah
paksaan.
Hukuman dengan melempari narapidana dengan
batu sering diberlakukan di Iran sejak Revolusi
1979. Meski pengadilan Iran sering menjatuhkan
sanksi rajam, banyak vonis rajam yang
kemudian diganti menjadi hukuman lain.
Berdasarkan hukum Islam, dalam pelaksanaan
hukuman rajam, seorang pria terpidana biasanya
dikubur hingga sebatas pinggang. Sedangkan
perempuan terpidana ditanam hingga bagian
dada dengan kedua tangan dikubur di tanah.
Orang-orang kemudian melempari yang
bersangkutan dengan batu hingga si terhukum
tewas.

Vivanews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: